Dunia perfilman Korea Selatan menutup tahun 2025 dengan sebuah sajian romansa yang mendalam melalui film Once We Were Us (Judul asli: Manyake Woori / 만약에 우리). Dirilis tepat pada 31 Desember 2025, film ini hadir sebagai refleksi akhir tahun yang sempurna bagi mereka yang pernah terjebak dalam kata “seandainya” dalam sebuah hubungan.
Sinopsis Singkat
Once We Were Us mengeksplorasi dinamika emosional antara dua orang yang mencoba menavigasi kenangan masa lalu dan realitas masa kini. Dengan judul literal “If We” (Manyake Woori), film ini mengajak penonton bertanya-tanya: Apa yang terjadi jika kita membuat pilihan yang berbeda?
Dalam durasi 114 menit, sutradara Kim Do-Young berhasil menangkap keresahan dewasa muda tentang cinta, waktu, dan kesempatan kedua yang tidak selalu datang dengan mudah.
Daya Tarik Utama: Estetika dan Narasi
1. Sentuhan Visual Shin Tae-Ho Di bawah arahan sinematografer Shin Tae-Ho, film ini diprediksi akan menampilkan visual yang puitis. Penggunaan pencahayaan yang lembut khas film romansa Korea kelas atas dipadukan dengan latar musim dingin yang kontras dengan kehangatan emosi karakternya.
2. Naskah yang Relateable Kolaborasi penulis Yeum Moon-Keung dan Kim Ha-Na menjanjikan dialog-dialog yang jujur dan tidak berlebihan. Mereka dikenal mampu memotret keresahan hubungan manusia secara realistis tanpa harus menjadi terlalu melodramatis.
3. Debut di Momen yang Tepat Memilih tanggal rilis 31 Desember adalah langkah strategis dari distributor Showbox. Film ini menyasar penonton yang sedang dalam suasana hati reflektif saat merayakan pergantian tahun.
“Film ini bukan sekadar tentang jatuh cinta, tapi tentang bagaimana kita berdamai dengan versi diri kita yang dulu saat sedang mencintai seseorang.”
Kesimpulan
Once We Were Us bukan hanya sebuah tontonan romantis biasa, melainkan sebuah surat cinta bagi siapa saja yang pernah merasa kehilangan arah setelah sebuah perpisahan. Dengan tim produksi yang solid, film ini menjadi salah satu rilisan paling emosional di penghujung tahun 2025.\
Leave a Reply